Tak Berkategori

Masa Ujian

Assalamualaikum kawan-kawan blog yang dirahmati Allah. Sudah sangat lama tidak menyentuh blog dikarenakan beberapa kondisi. Untuk saat ini, saya baru berjuang menempuh ujian akhir. Oleh karena itu,  fokus saat ini dialihkan pada tumpukan buku 😀😁. Mohon doa dari sahabat sekalian agar dilancarkan ujian dan dimudahkan semuanya. Begitu juga saya mendoakan teman-teman sekalian agar dimudahkan juga urusannya. Segala khilaf saya meminta maaf jikalau saya pernah berucap, bertindak sesuatu yang kurang berkenan. Sekian. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Advertisements

Bagaimana Wanita Haid Membaca Al Quran 

​لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan” (QS. Al Waqi’ah: 79)

Begitu pula sabda Nabi ‘alaihish sholaatu was salaam,

لاَ تَمُسُّ القُرْآن إِلاَّ وَأَنْتَ طَاهِرٌ

“Tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali engkau dalam keadaan suci.”

Kemudian bagaimana kalau wanita haid ingin membaca qur’an??  Ulama berbeda pendapat. Tp pendapat yg paling rajih (kuat) boleh membaca quran tapi harus ada hail (pembatas) berupa sarung tangan, tisu dan sejenisnya. Terlebih kalau perempuan itu mau murojaah hafalannya, takut lupa, ada ujian dan faktor lainnya. Intinya tidak boleh pegang langsung 

يجوز للمرأة الحائض قراءة القرآن على الراجح من أقوال أهل العلم ، وخاصة إذا احتاجت إليه خشية النسيان أو للمراجعة للاختبار أو للاستشفاء به ، بشرط عدم مساسه ؛ فإنه لا يمسه إلا طاهر ، فإن احتاجت إلى القراءة من المصحف مسته بحائل ، بخرقة نظيفة أو منديل أو قفاز أو نحو ذلك .

وقال علماء اللجنة الدائمة للإفتاء :

” يجوز للحائض أن تقرأ عن ظهر قلب من غير أن تمس المصحف مباشرة إذا احتاجت لقراءة القرآن من أجل أن لا تنساه ” انتهى

Kalau masalah bolehkan membaca pakai aplikasi hape? Aplikasi quran yg ada di hp jelas beda dgn mushaf al qur’an yg berupa lembaran. Hp boleh disentuh walaupun dalam keadaan tidak suci. Ringkasnya aplikasi quran yg ada di hp akan dihukumi seperti mushaf alquran ketika aplikasi itu dibuka. Jadi zaman sekarang, wanita bisa dipermudah dgn cara seperti ini apabila sedang haid. Wallahu a’lam bishhowab.

Drama Dibalik Kudeta Gagal di Turki

Sustainable Hopes

Hari Jumat (15/7) menjelang dini hari, saya baru saja balik ke kamar dari sarang pengasingan (calisma odasi), area favorit saya sejak Ramadhan kemarin. Buku-buku, draft thesis, hingga jurnal saya biarkan ‘berserakan di sana’. Sejak urusan di lab selesai, saya memilih tempat tersebut sebagai pelarian *halah*, selain ber-AC dan nyaman untuk belajar, juga ada mushala tempat anak-anak asrama shalat berjamaah.

Ketika membuka pintu kamar, ternyata di dalam kamar sudah ada empat orang. Seorang roomate saya bersama ketiga kawannya yang lain. Mereka sedang bermain kartu.

Sebagai orang yang sedikit mengerti beberapa jenis permainan kartu (termasuk kartu Uno yang lagi ngetren sekarang) tentu saya ikut nimbrung melihat keasyikan mereka main kartu. Mereka memainkan fistcode (tidak tau pengejaan aslinya soalnya dalam bahasa persia) sebuah permainan kartu tarot yang cukup terkenal di negara-negara berakhiran -stan. 10 menit mengamati, akhirnya saya mengerti permainan tersebut. Hingga kemudian saya ikut ambil bagian.

Baru sempat memenangi beberapa kali permainan…

View original post 661 more words

Leicester City dan 8 Langkah Perubahan Kotter part 2

Perspektif

maxresdefault

Anehnya, sebenarnya Leicester City tidak punya visi perubahan, dalam arti tidak ada perubahan yang signifikan. Leicester City hanya ingin selamat dari degradasi. Itulah visi awal Strategi yang diusung pun sederhana. Untuk selamat dari degradasi, Ranieri hanya menginginkan agar Leicester City mendapatkan 40 poin. Hitung-hitungannya tepat. Dalam 5 musim terakhir, kesebelasan yang membawa poin dibawah 40 hampir pasti terdegradasi. Musim 2014-2015 (Hull City  peringkat 18 poin 35), 2013-2014 (Norwich City  peringkat 18 poin 33) 2012-2013 (Wigan Athletic peringkat 18 poin 36), 2011-2012 (Bolton Wanderers peringkat 18 poin 36), 2010-2011 (Birmingham City peringkat 18 poin 39).

View original post 343 more words

Aku Hanya Ingin Bersekolah (New)

sekolah-di-pedalaman

Oleh : Aziz Nur Ikhsan

Lantunan suara Al-Qur’an mendayu-dayu di sela-sela lorong asrama. Tanda adzan subuh sebentar lagi dikumandangkan. Sekumpulan ustadz berselendang sorban siap membangunkan para santrinya yang masih betah dengan selimut dan bantal. Entah “pulau” apa yang telah mereka buat tanpa disadarinya. Dedaunan yang diselimuti tetesan embun, suara ayam berkokok berpadu dengan katak melengkapi suasana pagi itu. Sungguh indah makhluk ciptaan Allah. Waktu sepagi itu mereka tak mau kalah dengan manusia, berdzikir mengingat Tuhannya.

Allahu Akbar .. Allahu Akbar..! Tepat pukul 4.30 pagi sang muadzinmengumandangkan suara “merdu”nya. Ribuan santri bangun dari mimpi indah mereka, tak terkecuali Jepri. Masih dihantui rasa kantuk, Jepri meyeret kedua kakinya menuju kamar mandi. Antrean seperti ular memadati sepanjang lorong kamar mandi. Jepri melihat Joni yang sedang menunggu antrean, lantas mendekatinya.

“Duuhh Jon, kenapa sih harus Pak Darmawan yang adzan. Denger aja suaranya, serak-serak gitu. Kaya ga punya muadzin lain aja pondok kita ini.” Jepri menutup sebelah telinganya.

“Ehh sembarangan aja kalo ngomong, gitu-gitu Pak Darmawan udah 20 tahun loh jadi muadzin tetap.” Joni menimpali.

Wajah Joni sedikit kesal atas ungkapan Jepri. Pak Darmawan merupakan salah satu orang yang mempunyai loyalitas tinggi di Pondok Al-Ishlah, Demak. Suara yang dilontarkannya tak bisa membohongi umurnya yang tua renta. Serak dengan cengkokan yang kurang pas di telinga. Tak sedikit warga pondok yang mengeluh karena hal ini. Tapi keputusan dari  Kyai Sholeh tidak dapat diganggu gugat. Bahwasanya Pak Darmawan akan menjadi muadzin tetap di pondok selama ajal belum menjemputnya. Tubuh beliau disokong dengan tongkat. Karena hanya gaji dari suaranya lah kehidupan bersama keluarganya bisa tercukupi. Maklum Pak Darmawan bersama istrinya rela mengasuh cucu semata wayangnya. (more…)

LGBT adalah Gangguan Kejiwaan dan Bisa Menular

Catatanku

Tulisan saya masih tentang LGBT yang masih hangat diperbincangkan. Pada acara diskusi LGBT di Kompas TV pemirsa tidak mendapat penjelasan yang memuaskan, acaranya berat sebelah (terkesan stasiun TV ini memihak LGBT), tetapi pada acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TVOne pada malam tanggal 16 Februari 2016, diskusi LGBT lebih berbobot karena menghadirkan para pakar yang kompeten d bdiangnya (psikolog, psikiatri, dokter, ahli agama).

Judul tulisan di atas saya simpulkan dari ucapan wakil Seksi Religi, Spiritualitas dan Psikiatri dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kejiwaan Indonesia (PDSKJI), Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ., M.P.H., pada acara. Pak Fidiansyah tidak asal bicara, dia berpedoman pada buku text-book PPDGJ (Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa). Di dalam buku tersebut disebutkan (halaman 279, 280, dan 288) bahwa gangguan psikologis yang berhubungan dengan perilaku dan orientasi seksualitas adalah homoseksualitas, biseksualitas, dan transeksual. Silakan klik video berikut:

Karena LGBT adalah ganggua kejiwaan, maka ia adalah sebuah penyakit. Yang namanya penyakit bisa…

View original post 150 more words

Doktor Cilik dan Bintang-Bintang Penerus Doktor Cilik

Kajian Timur Tengah

BINTANG-BINTANG PENERUS DOKTOR CILIK

cvr bintang_wp

Judul Buku : Bintang-Bintang Penerus Doktor Cilik
Penulis : Dina Y. Sulaeman
Penerbit : Edelweiss/Pustaka IIMaN, Depok
Cetakan Ke : 1
Tahun Terbit : Juli 2011
Tebal Buku : 241 halaman

Anda yang telah membaca buku Doktor Cilik Hafal dan Paham Al-Qur’an, atau telah mengetahui cerita tentang Husein Tabataba’i mungkin tidak asing dengan siapa yang dimaksud sebagai “doktor cilik” dalam judul buku ini. Namun, karena tidak semua pembaca mengenalnya dengan baik, perlu kiranya dibahas terlebih dulu siapa dia. Dan seperti itulah buku “Bintang-Bintang Penerus Doktor Cilik” ini.

Siapakah Doktor Cilik Itu?
2 bab awal pada buku ini membahas tentang doktor cilik yang tak lain adalah Sayyid Muhammad Husein Tabataba’i. Bab pertama diberi judul Mukjizat Abad 20 Doktor Honoris Causa 7 Tahun. Sedangkan bab kedua diberi judul Anak Kecil yang Berbicara dengan Al-Qur’an.

Husein Tabataba’i dilahirkan pada 16 Februari 1991 di kota Qom, sekitar 135 kilometer dari…

View original post 1,168 more words

Dibalik Sunnah Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat (Bagian 2)

Sustainable Hopes

A Parmanto always pays his debts. 

Ada yang familiar dengan motto tersebut? Yuhuu, itu tak lain adalah motto-nya House Lannister of Casterly Rock di GOT. Bukannya saya ngefans sama Lannister, karena nyatanya saya lebih cenderung ke tokoh protagonis House Stark dalam serial tersebut. But, I always pay my debts (Insya Allah, if I remember). ^^

Dan kemarin, ada salah satu pembaca blog ini bertanya, “Mana bagian keduanya Mas?” yang dimaksud bagian kedua adalah kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya, silahkan baca juga bagian pertama biar nyambung.

Dibalik Sunnah Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat (Bagian 1)

kemudian, polos saya balas dengan “Hehe tunggu hari Jumat depan Mba”. Yah, dan janji sudah terlanjur keluar dari mulut. Sekarang waktunya melunasi janji kemerdekaan. Lunas ya? ^^

***

Jika tulisan sebelumnya bercerita tentang kisah Nabi Muhammad SAW dan tujuh pemuda shaleh (ashabul kahfi) yang menjadikan goa sebagai tempat ‘perlindungan’ dari kebobrokan dunia…

View original post 816 more words