Author: Story of Repentance

Kontemplasi sebuah wisuda

8 Oktober 2017, ACC (Al Azhar Conference Center

Alhamdulillah segala puji bagi Allah atas segala rahmat dan nikmat yang diberikan pada setiap hamba-Nya.

Kepada kedua orang tua saya yang tak henti-hentinya mendoakan saya setiap malam. Sungguh, sebagian besar kesuksesan itu berkat lantunan doa-doa mereka. Atas doa, ridho, nasihat mereka lah saya bisa menimba ilmu di negeri ini, menyelesaikan studi S1 yang membutuhkan niat yang tulus, perjuangan keras, konsisten dlm belajar.

Tak lupa saya haturkan yang terima kepada sekolah saya Madrasah Mu’allimin Muhammadiyyah Yogyakarta yang mencakup para asatidz, pamong, guru dan seluruh elemen yang telah berdedikasi dalam membentuk karakter &  kepribadian saya. Terima kasih atas sumbangsih berupa doa, dukungan, ilmu yang telah diajarjan kepada saya. Dan dari sini lah benih cita-cita untuk belajar ke Al Azhar tumbuh.

Dan tak lupa kepada sanak saudara, kerabat, kakak kelas, kawan-kawan, teman  seperjuangan saya ucapkan terimakasih atas sokongan, dukungan yang selalu membangkitkan semangat saya dalam belajar. Karena sebaik-baik teman adalah mereka yang mau menegur saat kita lalai.

Hari ahad, tanggal 8 Oktober kemarin merupakan salah satu momen   (more…)

Advertisements

Perbincangan yang Tak Terduga

Pekan ini kegiatan belajar sudah mulai. Talaqqi (baca : mengaji) bersama syaikh di madyafah (baca : tempat belajar) salah satu kegiatan yang saya ikuti setiap harinya. Kegiatan talaqqi sempat terhenti selama kurang lebih 2 bulan. 1 bulan untuk persiapan ujian akhir semester, 1 bulan lagi untuk fokus ujian dan ibadah puasa. Tahun ini merupakan tahun yang menurut saya berbeda dan istimewa bagi saya. Pasalnya ujian semester kali ini bertepatan dengan bulan Romadhon. Ditambah lagi, cuaca saat bulan Romadhon memang kurang bersahabat. Suhunya bisa mencapai 40 derajat celcius. Apalagi menahan dahaga dan lapar selama 16 jam. Puasa di negara Timur Tengah menuntut kita agar selalu sabar. Kita tentu membayangkan, bagaimana para sahabat dahulu kala menjalankan ibadah puasa dengan cuaca seperti itu. Saat itu belum ada AC, kipas angin atau alat pendingin ruangan lainnya. Bahkan perang di zaman nabi pernah bertepatan dengan bulan Romadhon. Oleh karena itu, jangan heran kalau masjid-masjid di sini terdapat banyak kipas angin yang terjuntai di atap atau dinding masjid. Diantaranya juga dilengkapi dengan AC. Jadi kalo pas di rumah lagi kepanasan, istirahat di masjid bisa jadi opsi yg pas untuk mendinginkan suhu tubuh.

‌Jadi ujiannya berlipat-lipat. Ujian otak, ujian perut, ujian cuaca. Semua jadi satu. Okey, kembali ke poin utama. Jadi hari ini ada jadwal talaqqi bersama Syeikh Fathi Hijazy, salah satu anggota ulama senior Al-Azhar yang mengampu di devisi bahasa. Kurang lebih sudah 3

(more…)

Bedah Alam di Langit Mesir (2)

3. Laut Merah

Laut ini merupakan sejarah dimana nabi Musa membelah lautan ketika Raja Fir’aun mengejar nabi Musa. Terusan Suez menghubungkan Laut Merah (Mesir) dengan Laut Mediterania. Oh ya walaupun dinamai dengan Laut Merah bukan berarti lautnya warnanya merah, bukan :D. Sebenarnya sama seperti laut pada umumnya yang berwarna biru, kecuali ada orang yang nuangin tinta merah sebesar kapal Titanic, nah itu beda cerita hhe.

Seorang aATD_7827hli fisika dari Universitas Cambridge yang bernama Collin Humphreys yang juga seorang penulis The Miracle of Exodus mencoba memecahkan pertanyaan tersebut. Dia meakukan penjelajahan ke pusat Teluk Aqabah dan faktanya laut tersebut justru tidak berwarna merah melainkan berwarna biru sama seperti laut yang lainnya.

Dalam proses penelitian tersebut, dia menemukan sekumpulan alang-alang yang tumbuh subur berkat keberadaan air tawar disekitar tempat tersebut. Alang-alang dalam bahasa Inggris disebut dengan reed, tapi masyarakat setempat mengucapkannya red (merah). Karena keberadaan alang-alang tersebut di laut, maka dinamakanlah red sea (Laut Merah), padahal seharusnya the reed seas (Lautan Alang-alang).

Dalam pendapat lain, laut itu disebut dengan Laut Merah dikarenakan terkadang dipenuhi oleh bunga ganggang Cyanobacteria yang disebut Trichodesmium Erythaerum. Nah, setelah tanaman ini mati biasanya air laut berubah menjadi cokelat kemerahan. Tapi, dikarenakan warna tersebut tidak betul-betul melekat dengan air di seluruh lautan luas, maka tingkat kemerahannya bervariasi tergantung banyak atau tidaknya ganggang tersebut.

(more…)

Walking around the world : Citadel of Shalahuddin al Ayyubi 

​Waktu senggang kali ini, saya sempatkan untuk mengunjungi salah satu masjid bersejarah yaitu Masjid Muhammad Ali Pasha. Panas matahari yang lumayan terik menemani langkahku menikmati keindahan panorama masjid ini.

Masjid yang lokasinya tepat di atas Benteng Sholahuddin Al Ayyubi. Sholahuddin mendirikan benteng ini antara tahun 1176 dan 1183 M, beberapa tahun setelah mengalahkan Dinasti Fatimiyah. Pendiriannya dimaksudkan untuk membendung dan melindungi Mesir dari tentara Salib.

Masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Alabaster karena dinding masjid ini dilapisi alabaster, salah satu batu jenis marmer. Rekonstruksi Masjid Muhammad Ali Pasha dimulai (more…)

Masa Ujian

Assalamualaikum kawan-kawan blog yang dirahmati Allah. Sudah sangat lama tidak menyentuh blog dikarenakan beberapa kondisi. Untuk saat ini, saya baru berjuang menempuh ujian akhir. Oleh karena itu,  fokus saat ini dialihkan pada tumpukan buku 😀😁. Mohon doa dari sahabat sekalian agar dilancarkan ujian dan dimudahkan semuanya. Begitu juga saya mendoakan teman-teman sekalian agar dimudahkan juga urusannya. Segala khilaf saya meminta maaf jikalau saya pernah berucap, bertindak sesuatu yang kurang berkenan. Sekian. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Derita Si Pembawa Berhala

Sumber : Republika

Selama masa kekosongan wahyu futhurusai meninggalnya Nabi Isa AS dan sebelum Allah SWT mengutus Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul, masyarakat Arab Jahiliah di kawasan Hijaz dan sekitarnya masih mempertahankan agama tauhid yang dibawa Nabi Ibrahim AS. Warga yang tinggal di sekitar Ka’bah tidak terpengaruh keyakinan-keyakinan asing, baik dinamisme ataupun anisme.

Namun, pemandangan itu berubah ketika Amar bin Luhayyi al-Khaza’i memperkenalkan berhala kepada warga Hijaz dan mengajak segenap masyarakat di kawasan itu agar menyembah patung-patung tak bernyawa tersebut. “Ia adalah sosok yang pertama kali mengubah agama Ibrahim,” sabda Rasul seperti riwayat Ibnu Abbas. sekilas info

Amar berasal dari suku Khaza’ah dan merupakan pembesar di wilayah Hijaz ketika itu. Kelompok ini sempat berkuasa

(more…)

Bangsa Arab


SIROH NABAWIYAH

*ARROHIIQUL MAKHTUUM*

Pada hakikatnya, istilah Siroh Nabawiyah merupakan ungkapan tentang yang dibawa Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam kepada masyarakat manusia untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya, dari penyembahan terhadap hamba kepada penyembahan terhadap Alloh. Jadi tidak mungkin bisa menghadirkan gambaranya secara pas dan mengena kecuali setelah membandingkan hal-hal dibalik risalah dan pengaruhnya.

🌴 POSISI BANGSA ARAB

Menurut bahasa, arab artinya padang pasir, tanah gundul dan gersang yang tiada air dan tanamannya.

Jazirah arab luasnya kurang lebih satu juta mil kali satu juta tiga ratus ribu mil

Disebelah barat dibatasi laut merah dan gurun sinai

Disebelah timur dibatasi teluk arab dan sebagian besar negara Iraq bagian selatan.

Disebelah selatan dibatasi laut arab yang bersambung dengan lautan india

Disebelah utara dibatasi negeri Syam dan sebagian kecil dari negara Iraq

Jazirah arab memiliki peran yang sangat (more…)

Serial Kisah Ulama

Insya Allah dalam beberapa waktu mendatang, saya akan mengupas kehidupan para ulama dalam kegigihan dan kesabaran mereka dalam menuntut ilmu. Seperti apakah mereka melancong ke suatu negara hanya untuk mencari secercah ilmu, bagaimanakah mental para ulama dalam menjaga ilmu yang notabenenya merupakan warisan para nabi,  melalui kitab : Shafahat min Shabri al-Ulama ‘ala Syadaid al-Ilm wa at-Tahsil karya fenomenal Abdul Fattah Abu Ghuddah.

*Shafahat min Shabri al-Ulama ‘ala Syadaid al-Ilm wa at-Tahsil

Dan saya juga akan mengungkap kehidupan mereka dalam menghargai waktu. Seperti apakah mereka membagi waktu untuk ibadah, belajar dan istirahat. Kita juga akan mengetahui (more…)