Liburan?? Enaknya Menyelam di International Book Fair *Part2

Di uzbekiya inilah kita bisa mendapatkan “mutiara” buku

Itulah yang saya senangi di setiap momen. Gratisan. Namanya mahasiswa, memperjuangkan hidup dengan sebaik mungkin, walau hanya sekadar mencari gratisan. Seperti biasa kita mengantre sebelum memasuki area Book Fair. Antrean di Mesir merupakan antrean yang sangat membosankan. Kadang sebagian mereka menyerobot tanpa memperdulikan hak orang lain. Menyebalkan. Sering saya mengelus dada melihat tingkah laku mereka. Seakan genggaman tanganku ingin mendarat ke muka mereka. Mungkin mereka merasa tempat ini adalah milik mereka lantas berbuat semena-mena. Tapi apakah kita pantas diperlakukan demikian ? Saya rasa tidak. Hidup punya aturan meen. Antre ya antre.

Udara dingin menemani langkahku mengitari berbagai maktabah (stand penjualan buku). Tempat yang ingin paling saya kunjungi pertama kali adalah Uzbekiya. Uzbekiya merupakan tempat di mana buku-buku dijual dengan harga terjangkau. Pas untuk kantong mahasiswa. Di sini didominasi buku-buku bekas berbahasa inggris dalam berbagai disiplin ilmu mulai dari ekonomi, sains, kedokteran dan sebagainya. Di sini kita juga bisa mendapat kitabkitab manuskrip kuno (turats) yang langka tentunya. Karena sebagian mansukrip tidak dicetak kembali. Keunikan di uzbekiya apabila pada umumnya satu kitab (kitab di sini artinya buku) dijual dengan harga 50 EGP (Egypt Pounds. 1 EGP senilai 800 rupiah), di uzbekiya kita bisa mendapatkan kitab tersebut dengan setengah harga. Tapi mencarinya yang sangat susah. Seakan kita mencari jarum di tumpukan jerami. Intinya untung-untungan. Tergantung seberapa sabar kita mencari kitab tersebut.

Benar saja, Allah tidak mau melihat hamba-Nya bersedih

Jari-jari jemariku mulai menari-nari di tumpukan ribuan buku. Mataku tajam mencari judul buku bak mata elang mencari mangsa, fokus. Setelah sekian menit, akhirnya saya menemukan titik terang. Saya menemukan kitab Tarikh Tasyri al-Islamy karangan Syeikh Shalaby. Ini merupakan kitab tarikh (sejarah) yang cukup fenomenal membahas sejarah mulai dari zaman Nabi SAW., para Khulafa Rasyidun, dinasti Islam Umayyah, Abbasyiyah. Kitab ini terdiri dari dua jilid. Dihargai senilai 40 EGP. Padahal harga asli bisa mencapai 80-100 EGP. Tanpa pikir panjang saya langsung mengambil kitab tersebut. Saya mulai merogoh saku celana. Uangnya pas-pasan. Karena ini akhir bulan, jadi uangnya mulai menipis. Masih ada kitab lain yang saya prioritaskan untuk saya beli. Akhirnya saya urungkan niat untuk membeli. Agar tidak dilirik orang lain, akhirnya saya sembunyikan kitab ini di rak buku bagian paling pojok, yang sulit dijangkau orang lain. Beberapa hari kemudian setelah mendapat rezeki, saya kembali ke maktabah tersebut. Langsung saya meluncur ke rak di mana saya meletakkan kitab tersebut. Hah !! Tidak ada !! Penyesalan pasti datang di akhir. Bagaimana lagi waktu itu memang belum ada rezeki. Akhirnya saya bersabar dan berusaha mencari kitab lain. Barangkali ada pengganti yang lebih baik. Benar saja, Allah tidak mau melihat hamba-Nya bersedih. Saya mendapatkan kitab yang serupa. Kitab ini dikarang oleh Syeikh Raghib as-Sirjani. Beliau juga termasuk ulama kredibel di bidang sejarah. Supaya tidak ada yang menyelip untuk yang kedua kalinya, saya langsung memberikan uang 40 EGP kepada penjual. “Tafaddhol ya syeikh, hadzhihi nuquud. ” …. (Ini uangnya pak penjual). Penjual itu menampakan wajah berseri-seri. Jelas, dagangannya laku. Saya pun membalas dengan senyuman dan anggukan. Jelas, saya mendapat setengah harga asli. Intinya simbiosis mutualisme. Sana untung, sini juga untung. Hari pertama saya habiskan waktu untuk menyelam buku-buku yang ada di uzbekiya. *Bersambung*

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s