Month: February 2017

Bangsa Arab


SIROH NABAWIYAH

*ARROHIIQUL MAKHTUUM*

Pada hakikatnya, istilah Siroh Nabawiyah merupakan ungkapan tentang yang dibawa Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam kepada masyarakat manusia untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya, dari penyembahan terhadap hamba kepada penyembahan terhadap Alloh. Jadi tidak mungkin bisa menghadirkan gambaranya secara pas dan mengena kecuali setelah membandingkan hal-hal dibalik risalah dan pengaruhnya.

🌴 POSISI BANGSA ARAB

Menurut bahasa, arab artinya padang pasir, tanah gundul dan gersang yang tiada air dan tanamannya.

Jazirah arab luasnya kurang lebih satu juta mil kali satu juta tiga ratus ribu mil

Disebelah barat dibatasi laut merah dan gurun sinai

Disebelah timur dibatasi teluk arab dan sebagian besar negara Iraq bagian selatan.

Disebelah selatan dibatasi laut arab yang bersambung dengan lautan india

Disebelah utara dibatasi negeri Syam dan sebagian kecil dari negara Iraq

Jazirah arab memiliki peran yang sangat (more…)

Advertisements

Serial Kisah Ulama

Insya Allah dalam beberapa waktu mendatang, saya akan mengupas kehidupan para ulama dalam kegigihan dan kesabaran mereka dalam menuntut ilmu. Seperti apakah mereka melancong ke suatu negara hanya untuk mencari secercah ilmu, bagaimanakah mental para ulama dalam menjaga ilmu yang notabenenya merupakan warisan para nabi,  melalui kitab : Shafahat min Shabri al-Ulama ‘ala Syadaid al-Ilm wa at-Tahsil karya fenomenal Abdul Fattah Abu Ghuddah.

*Shafahat min Shabri al-Ulama ‘ala Syadaid al-Ilm wa at-Tahsil

Dan saya juga akan mengungkap kehidupan mereka dalam menghargai waktu. Seperti apakah mereka membagi waktu untuk ibadah, belajar dan istirahat. Kita juga akan mengetahui (more…)

النجاح

النجاح لن ينال إلا بتعب شديد و جهد عميق. الحصول على العلم يكون هدفا حقيقيا و إنما الشهادة ألا و هي مجرد الهدية. اهتموا و اعتنوا بهذا الكلام يا إخوة

Kesuksesan.

Kesuksesan tidak akan bisa tercapai kecuali dengan lelah yang begitu mendalam  serta kesungguhan yang sangat kuat. Mendapatkan suatu ilmu menjadi prioritas & goal utama kita. Sedangkan ijazah hanya sebatas bonus atas apa yang telah kita kerahkan dalam menuntut ilmu. Ingat dan perhatikan ucapan ini kawan-kawan.

Liburan?? Enaknya Menyelam di International Book Fair *Part2

Di uzbekiya inilah kita bisa mendapatkan “mutiara” buku

Itulah yang saya senangi di setiap momen. Gratisan. Namanya mahasiswa, memperjuangkan hidup dengan sebaik mungkin, walau hanya sekadar mencari gratisan. Seperti biasa kita mengantre sebelum memasuki area Book Fair. Antrean di Mesir merupakan antrean yang sangat membosankan. Kadang sebagian mereka menyerobot tanpa memperdulikan hak orang lain. Menyebalkan. Sering saya mengelus dada melihat tingkah laku mereka. Seakan genggaman tanganku ingin mendarat ke muka mereka. Mungkin mereka merasa tempat ini adalah milik mereka lantas berbuat semena-mena. Tapi apakah kita pantas diperlakukan demikian ? Saya rasa tidak. Hidup punya aturan meen. Antre ya antre.

Udara dingin menemani langkahku mengitari (more…)

Liburan?? Enaknya Menyelam di International Book Fair

Alhamdulillah ujian term satu di bangku perkuliahan sudah usai. Berkutat dengan muqarrar (diktat kuliah) selama kurang lebih sebulan setengah. Otak ini dipaksa untuk selalu bekerja. Tidak ada hari tanpa membawa buku, tidak ada hari tanpa membaca, menghafal dan memahami. Ujian di Al Azhar merupakan momen yang bisa dibilang mendebarkan. Kenapa ? Kita diharuskan membaca, memahami dan menghafal buku setebal 300 halaman. Tentu bukan dengan bahasa Indonesia. Tidak jarang beberapa mahasiswa rasib (gagal) dan mengharuskan mereka mengulang setahun lagi, yang artinya umur mereka di Mesir tambah lama. Padahal mereka yakin jawaban yang mereka tulis sesuai apa yang ada di dalam muqarrar. Sebagian yang lain, menampakkan wajah yang berseri-seri, najah (lulus). Tentunya Allah lah yang tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Saya pernah merasakan kegagalan. Menyakitkan. Tapi di titik itulah kita sebenarnya diuji. Apakah kita akan menyerah atau memperjuangkannya. Dan saya juga pernah merasakan keberhasailan. Menyenangkan, Apa yang telah kita rencanakan akhirnya terealisasi.

Akhirnya “penderitaan” ini selesai. Tidak !! Lebih tepatnya berhenti sejenak. Karena kurang tiga bulan lagi ujian term dua sudah di depan mata. Pihak universitas memberikan

(more…)

HUKUM TAKLÎFÎ

Oleh : Aziz Nur Ikhsan

*Baca juga makalah lainnya :

  1. Makalah Khas
  2. Makalah Khafi, Mujmal, Musykil, Mutasyabih

 

Definisi Hukum

Dalam kitab Ushûl al-Fiqh al-Islâmî karangan Wahbah Zuhaili, beliau menyebutkan :

الحكم هو خطاب الله تعالى المتعلق بأفعال المكلفين بالإقتضاء أو التخيير أو الوضع

Artinya: Hukum adalah khithâb (kalam) Allah yang berhubungan dengan perbuatan mukalaf baik berupa iqtidhâ` (tuntutan), takhyîr (pilihan) atau wadh’. [1] Yang dimaksud dengan khithâb ialah kalam-Nya yang secara langsung berupa Al-Qur’an. Atau melalui perantara yaitu berupa sunnah, ijmak atau dalil syar’i lainnya yang telah Allah tetapkan.

Kemudian yang dimaksud dengan iqtidhâ` adalah permintaan atau tuntutan. Baik tuntutan untuk melakukan suatu perbuatan atau tuntutan untuk meninggalkannya. Apabila tuntutan untuk melakukan bersifat jâzim maka disebut îjâb. Dan apabila tuntutannya bersifat ghairu jâzim disebut nadb. Begitu juga, apabila tuntutan untuk meninggalkan bersifat jâzim  maka disebut tahrîm dan apabila bersifat ghairu jâzim disebut karâhah. Selanjutnya yang dimaksud dengan takhyîr bahwasanya syâri’ membolehkan mukalaf untuk melakukan atau tidak melakukannya. Misalnya makan di waktu tertentu, tidur di waktu tertentu atau aktivitas-aktivitas lainnya. [2] Dan yang dimaksud dengan wadh’ yaitu menjadikan sesuatu sebagai sabab untuk sesuatu yang lain atau syarth untuk sesuatu yang lain atau mâni’ untuk sesuatu yang lain. Penjelasan sebagai berikut, bahwasanya Allah mengaitkan antara dua perkara yang berhubungan dengan perbuatan mukalaf. Seperti, Allah mengaitkan antara warisan dengan kematian seseorang. Jadi kematian seseorang merupakan sabab untuk mendapatkan warisan. Begitu juga wudhu merupakan syarth untuk melakukan shalat. [3]

(more…)

Perjalanan menuju Universitas Impian

Ini sepenggal perjuangan sy menempuh cita-cita. Awal SMA kelas 1, sy sudah amat tertarik utk belajar di TimTeng (Timur Tengah/negara-negara Arab). Itu terlihat ketika guru sy jelasin tentang pelajaran ushul fiqih/bahasa arab. Dalam hati sy … Wah kok keren gtu ya ? Timbuh lah keinginan agar bisa belajar di sana ..

Berbagai cara sy tempuh, mulai belajar nahwu dan shorof (grammar), belajar mendengarkan orang arab bicara  di youtube, tanya-tanya dengan ustadz kata yg tidak tahu artinya. Karena waktu belajar bahasa arab di kelas yang begitu minim, sy belajar nahwu & shorof secara otodidak. Jadi sy mencari kitab terjemahan terus dipelajari di asrama. Mau ga mau sy harus menambah waktu belajar sy. Jadi ketika menemukan kesulitan, sy tanyakan di sekolah … 3 taun telah berlalu. Alhamdulillah setelah sy lulus dari Madrasah Mualllimin Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2012, saatnya meraih impian !.

(more…)