My Journey 

Ini sepenggal perjuangan sy menempuh cita-cita. Awal SMA kelas 1, sy sudah amat tertarik utk belajar di TimTeng (Timur Tengah/negara-negara Arab). Itu terlihat ketika guru sy jelasin tentang pelajaran ushul fiqih/bahasa arab. Dalam hati sy … Wah kok keren gtu ya ? Timbuh lah keinginan agar bisa belajar di sana ..

Berbagai cara sy tempuh, mulai belajar nahwu dan shorof (grammar), belajar mendengarkan orang arab bicara  di youtube, tanya-tanya dengan ustadz kata yg tidak tahu artinya. Karena waktu belajar bahasa arab di kelas yang begitu minim, sy belajar nahwu & shorof secara otodidak. Jadi sy mencari kitab terjemahan terus dipelajari di asrama. Mau ga mau sy harus menambah waktu belajar sy. Jadi ketika menemukan kesulitan, sy tanyakan di sekolah … 3 taun telah berlalu. Alhamdulillah setelah sy lulus dari Madrasah Mualllimin Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2012, saatnya meraih impian !.

Akhirnya sy mendaftarkan diri mengikuti test Al Azhar. Waktu itu syaratnya hafalan 2 juz pertama dan mengerjakan soal-soal berbahasa arab. Pertama kali mengerjakan soal, jujur sy agak sedikit bingung. Karena waktu di SMA tidak terbiasa mengerjakan soal seperti itu. Akhirnya dengan bekal doa, usaha, dan restu orang tua sy bisa lolos seleksi pertama. Kemudian seleksi yang kedua sy berangkat ke Jakarta. Di UIN Syarif Hidayatullah. Suasana seleksi ujian Al Azhar itu salah satu momen yg paling menegangkan dalam hidup sy. Akhirnya ujian pun usai. Hanya tinggal menunggu hasil. Tiap hari sy berdoa kepada Allah agar bisa diterima. Nah, kemdian sembari menunggu pengumuman, sy mencoba mendaftar ke perguruan tinggi  lain. Salah satunya di Ma’had Aly Arroyah di Sukabumi. Di sini program pelatihan bahasa arab full selama 2 tahun. Gratis tidak dipungut biaya dan gurunya sebagian dari Timur Tengah dan lulusan LIPIA Jakarta. Setelah kurang lebih 2 bulan galau menunggu, akhirnya pengumuman seleksi kedua sudah turun. Sy langsung capcuss nyari warnet. Sy langsung membuka website Depag.

Sekitar 500 maba diterima. Sy mulai mencari nama.. Huruf ‘A’ … Dengan seksama saya baca pelan-pelan supaya tidak ada yang terlewat. Hati saya berdegup kencang. Sampai akhirnya sy menyadari bahwa tidak ada nama ‘Aziz Nur Ikhsan’ tertera di pengumuman tersebut. Deng !!!  Tubuh saya lunglai melemah. Rasa sedih yang begitu mendalam mulai menyelimutiku. Persiapan yg telah sy lakukan ternyata belum terlalu cukup untuk bisa belajar di Al Azhar. Dengan perasaan sedih  yg masih sangat membekas, sy pulang ke rumah, memberi tau orang tua bahwa tahun ini (2012) sy belum bisa kuliah di Al Azhar. Tapi Allah punya rencana lain. Sy diterima di Ma’had Aly Arroyah. Akhirnya sy coba pelan-pelan memendam rasa sedih. Sy mencoba berprasangka baik terhadap Allah. Sy yakin Allah punya rencana yg lain, yg itu baik bagi sy. Karena Allah penciptaku. Allah sudah tau yg terbaik bagi hamba-Nya.

2 minggu sebelum bulan ramadhan tiba, sy berangkat ke Sukabumi. Sy masih agak berat, tapi sekali lagi, sy harus tegar.

Kehidupan baru sy mulai di Sukabumi. Di sini alhamdulillah rasa sedih sy mulai terkikis. Lingkungannya sangat asri, indah, nyaman untuk belajar. Di sini sy benar-benar belajar bahasa arab. Mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, mahasiswa harus memakai bahasa arab. Mungkin sy rasa, ini termasuk perguruan tinggi yg benar-benar kondusif untuk belajar bahasa arab. Ditambah guru-guru lulusan LIPIA yg super ilmunya dan beberapa syeikh dari Sudan. Selama sy di Sukabumi, hati sy masih selalu berharap untuk belajar di Al Azhar. Sy bermunajat kepada Allah tiap malam, tahajud, berduaan sama Allah. Bulan ramadhan sudah tiba. Bulan yang sangat mulia. Bulan yang tepat agar doa-doa bisa diijabah oleh Allah.

Hari silih berganti. Suatu hari, setelah sholat dhuhur usai, sy mendapat panggilan dari satpam. Siapa gerangan yg mengunjungiku. Sepertinya sy tidak punya kerabat yg tinggal di dekat Sukabumi. Saya mulai menebak-nebak sambil berjalan dengan santai. Pada akhirnya sy menyadari bahwa yg mengunjungiku ternyata salah satu musyrif (ustadz pendamping) waktu di pondok. Sy memang tidak bertemu dengan beliau waktu di pondok. Akan tetapi dulu saat masih kelas 2 SMA, sy beserta teman-teman pernah mengunjungi beliau di Sukabumi guna study tour ke Ma’had Aly Arroyah. Beliau memulai pembicaraan dengan senyuman. Menanyai kabar belajar saya selama di Sukabumi. Betah atau tidak. Beliau langsung menuju ke pembicaraan inti.

“Ziz, Alhamdulillah kamu di terima di Al Azhar.”

Allaaahu Akbaaar …. Allaahu Akbaaar ….

فبأي ءاﻵء ربكما تكذبان

“Maka nikmat Allah mana yang kamu dustakan.”

Lisan sy tidak berhenti mungucap tahmid berulang-ulang .. Seakan sy merasa org yang paling bahagia di dunia. Sy mencoba meyakinkan bahwa sy benar-benar diterima. Berulang kali sy tanya musyrif, bagaimana kronologi sy bisa diterima. Ternyata musyrif sy mendapat kabar dari wakil direktur Madrasah. Wakil direktur mendapat kabar dari Depag bahwa sy dinyatakan lolos. Ya robb. Mata sy berkaca-kaca. Sy merasa berterimakasih kepada musyrif sy yg telah memberi tahu berita penting ini. Kalau tidak ada beliau mungkin saat ini sy tidak bisa sekolah di Al Azhar. Karena di sukabumi, kita benar-benar terlepas dari dunia. No phone, no connection. Hanya sebulan sekali ada jatah nelpon ke orang tua. Karena waktu itu belum genap satu bulan tinggal, otomatis sy belum bisa dapat jatah nelpon. Dan alhamdulillah, untungnya kakak kelas sy waktu di pondok, merupakan teman dekat dari ‘departemen peminjaman hape’ (g tau namanya apa haha). Langsung sy telpon orang tua. Dan tanpa pikir panjang orang tua sy sangat senang dan setuju sy belajar di Mesir. Jadi rekan-rekan semua. Jangan berhenti berdoa kepada Allah. Dia lah Sang Pencipta alam semesta ini. Dia yang lebih tau urusan para hamba-Nya .
Salah satunya dengan beramal. Tahajjud, puasa sunnah, sedekah dan lain-lain. Alhamdulillah, denga berdoa tiap malam, Allah menjawab doa sy. Doa & restu orang tua juga amat penting. Karena ridho orang tua, ridho allah juga. Jadi tahun 2012 sy  berangkat ke Al Azhar sampai saat ini.

Advertisements

5 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s