Kerendahan Hati Seorang Ulama

muslimdaily_2016-01-24_00-04-30

 

Ini merupakan kisah nyata tentang arti dari kerendahan hati. Mari kita sisihkan sedikit dari waktu kita untuk membaca cerita ini.

“Ketika pertama kali melihatnya, ku pikir dia adalah pengurus masjid yang sederhana. Sehari-hari dia berjalan mengelilingi salah satu masjid di Damaskus, menuangkan segelas air kepada semua jamaah sampai matahari terbit. Walaupun usianya sudah senja, dia tetap melayanai jamaah tiap hari.

Ketika dia datang ke arahku, dengan rendah hati aku menolak untuk menerima air darinya. Tetapi dia hanya berdiri di sana menungguku. Karena merasa tidak enak, aku memberikan isyarat untuk menuangkan secangkir air sambil tersenyum ke arah temanku yang berada di samping ku.

Aku berkata kepada orang itu,”Semoga Allah membalas kebaikan anda, menjadi pengurus masjid adalah pekerjaan saleh”.

Pria itu lantas pergi sembari tersenyum terus menuangkan segelas air kepada para jamaah masjid.

Teman saya kemudian menatapku cekikikan dan berkata,”Orang yang baru saja menuangkan segelas air itu bukan pengurus masjid.”

“Beliau adalah Hafizh Quran yang hafal sepuluh dialek al-Quran yang berbeda-beda. Beliau juga seorang penyair terkenal, seniman kaligrafi dan guru bahasa Prancis.”

“Lebih penting lagi, beliau adalah seorang sarjana & guru besar dalam Hukum Islam dan memiliki siswa dari seluruh pelosok dunia. Apakah kamu belum pernah dengar Syaikh Shukri Luhafi ?!”.

Aku segera mencari beliau dengan perasaan malu yang begitu mendalam atas apa yang sudah aku kira sebelumnya tehadap beliau. Aka ingin sekali kembali menemui beliau, tapi beliau sibuk menuangkan segelas air bagi para jamaah.

Aku selalu berpikir bahwa ulama dan orang-orang yang intelektual tersebut bermaksud demikian untuk meningkatkan kerendahan hati mereka, bukan untuk diliat oleh orang-orang umum. Setelah melihat Syaikh tersebut, aku menyadari apa itu arti dari sebuah pengetahuan. Sesungguhnya, semakin banyak pengetahuan yang kamu pelajari, semakin rendah hati lah kamu seharusnya.

Semoga Allah meningkatkan kerendahan hati kita dan membuang jauh-jauh sikap takabur & keangkuhan hati kita. Aamiin.

*** Cerita ini merupakan kisah nyata dari seorang jamaah yang bersinggah di salah satu masjid di Damaskus.

Source : Instagram @muslim.daily

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s