Bidadari Kecil Di Balik Jeruji Penjara Suci

Sungguh merupakan nikmat yang besar bisa menuntut ilmu di Negeri Seribu Menara. Ada dua metode dalam belajar di Al-Azhar. Metode kuliah pada umumnya dan metode talaqqi (menghadiri majelis ilmu dengan salah satu syeikh) di Masjid Al-Azhar. Dalam sehari kira-kira ada sekitar tiga maddah (mapel) yang akan diisi oleh duktur (dosen) yang super sekali ilmunya. Sayang kalo dilewatkan begitu saja dengan membolos kuliah. Karena bukan termasuk hal yanganeh lagi, sebagian mahasiswa Al-Azhar menghabiskan waktunya dengan hal yang kurang bermanfaat. Ga semua looh yaa, sebagian mahasiswa lainnya mempunyai motif lain meninggalkan kuliah. Diantaranya 20141207_153410mengikuti talaqqi di Masjid Al-Azhar atapun di madyafah (suatu tempat khusus untuk menimba ilmu). Karena absensi mahasiswa di bangku kuliah tidak dipermasalahkan oleh pihak universitas, mahasiswa mempunyai kewenangan penuh untuk mengikuti kuliah atau sebaliknya. Itulah perbedaan universitas di sini dengan di Indonesia :D. Solusinya kembali ke niat awal. Apakah tujuan jauh-jauh ke Mesir ?? Apakah untuk rekreasi atau menimba ilmu. Karena kita yang menuntut ilmu di sini, mau ga mau ketika sampai ke tanah air akan dihadapkan oleh permasalahan yang begitu kompleks dan harus dipersiapkan ilmunya dari sekarang. Ya sekali waktu, rekreasi boleh-boleh aja. Karena otak kita juga perlu istirahat. Lha wong  komputer saja perlu istirhat masa’ kita engga, ya tho ?? Itulah pentingnya proporsional dalam mengatur waktu.

20141207_153402Jam menunjukkan pukul 2 siang tepat. Setelah otak beroperasi penuh mulai pukul 9 pagi dan hanya ada watu istirahat saat dhuhur tiba, akhirnya pelajaran di kuliah pun usai. Seperti biasa, aku langsung melangkahkan kaki menuju Masjid Al-Azhar untuk rehat sejenak, merebahkan tubuh di pelataran masjid menunggu waktu ashar tiba. Panorama menara masjid selalu mencuri perhatianku. Menara dengan arsitektur yang begitu khas dengan nuansa Timur Tengah, menjadi salah satu objek yang menarik para pengunjung yang singgah di Masjid Al-Azhar.

Seketika itu juga terlihat sosok bidadari mungil sedang menatapku dibalik jeruji kayu masjid. Langsung saja aku menghampirinya. Tatapannya penuh dengan seribu bahasa.

20150419_170143

Adiknya imut kan ? :p

Hatinya yang masih suci belum terkotori oleh dosa. Semenjak kecil, dia telah terbiasa dengan ‘taman surga’ nya Allah. Hati yang selalu terikat dengan rumah Allah, Allah akan melayani para tamu-Nya dengan limpahan karunia yang amat begitu besar. Semangat menuntut ilmu kawan 😀

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s