Month: February 2016

Aku Hanya Ingin Bersekolah (New)

sekolah-di-pedalaman

Oleh : Aziz Nur Ikhsan

Lantunan suara Al-Qur’an mendayu-dayu di sela-sela lorong asrama. Tanda adzan subuh sebentar lagi dikumandangkan. Sekumpulan ustadz berselendang sorban siap membangunkan para santrinya yang masih betah dengan selimut dan bantal. Entah “pulau” apa yang telah mereka buat tanpa disadarinya. Dedaunan yang diselimuti tetesan embun, suara ayam berkokok berpadu dengan katak melengkapi suasana pagi itu. Sungguh indah makhluk ciptaan Allah. Waktu sepagi itu mereka tak mau kalah dengan manusia, berdzikir mengingat Tuhannya.

Allahu Akbar .. Allahu Akbar..! Tepat pukul 4.30 pagi sang muadzinmengumandangkan suara “merdu”nya. Ribuan santri bangun dari mimpi indah mereka, tak terkecuali Jepri. Masih dihantui rasa kantuk, Jepri meyeret kedua kakinya menuju kamar mandi. Antrean seperti ular memadati sepanjang lorong kamar mandi. Jepri melihat Joni yang sedang menunggu antrean, lantas mendekatinya.

“Duuhh Jon, kenapa sih harus Pak Darmawan yang adzan. Denger aja suaranya, serak-serak gitu. Kaya ga punya muadzin lain aja pondok kita ini.” Jepri menutup sebelah telinganya.

“Ehh sembarangan aja kalo ngomong, gitu-gitu Pak Darmawan udah 20 tahun loh jadi muadzin tetap.” Joni menimpali.

Wajah Joni sedikit kesal atas ungkapan Jepri. Pak Darmawan merupakan salah satu orang yang mempunyai loyalitas tinggi di Pondok Al-Ishlah, Demak. Suara yang dilontarkannya tak bisa membohongi umurnya yang tua renta. Serak dengan cengkokan yang kurang pas di telinga. Tak sedikit warga pondok yang mengeluh karena hal ini. Tapi keputusan dari  Kyai Sholeh tidak dapat diganggu gugat. Bahwasanya Pak Darmawan akan menjadi muadzin tetap di pondok selama ajal belum menjemputnya. Tubuh beliau disokong dengan tongkat. Karena hanya gaji dari suaranya lah kehidupan bersama keluarganya bisa tercukupi. Maklum Pak Darmawan bersama istrinya rela mengasuh cucu semata wayangnya. (more…)

LGBT adalah Gangguan Kejiwaan dan Bisa Menular

Catatanku

Tulisan saya masih tentang LGBT yang masih hangat diperbincangkan. Pada acara diskusi LGBT di Kompas TV pemirsa tidak mendapat penjelasan yang memuaskan, acaranya berat sebelah (terkesan stasiun TV ini memihak LGBT), tetapi pada acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TVOne pada malam tanggal 16 Februari 2016, diskusi LGBT lebih berbobot karena menghadirkan para pakar yang kompeten d bdiangnya (psikolog, psikiatri, dokter, ahli agama).

Judul tulisan di atas saya simpulkan dari ucapan wakil Seksi Religi, Spiritualitas dan Psikiatri dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kejiwaan Indonesia (PDSKJI), Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ., M.P.H., pada acara. Pak Fidiansyah tidak asal bicara, dia berpedoman pada buku text-book PPDGJ (Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa). Di dalam buku tersebut disebutkan (halaman 279, 280, dan 288) bahwa gangguan psikologis yang berhubungan dengan perilaku dan orientasi seksualitas adalah homoseksualitas, biseksualitas, dan transeksual. Silakan klik video berikut:

Karena LGBT adalah ganggua kejiwaan, maka ia adalah sebuah penyakit. Yang namanya penyakit bisa…

View original post 150 more words

Sudahkan Kita Bersyukur ??

22843268sedekah.jpgKISAH ORANG BUTA

Seorang buta duduk di pinggiran bangunan dengan membawa sebuah topi serta mengangkat tanda yang bertuliskan,”Saya buta, tolong bantu saya.” Setelah beberapa jam hanya beberapa receh uang saja yang ada di dalam topi tersebut.

Dari ujung jalan muncul lah seorang pemuda
yang berjalan dan melihat orang buta tersebut. Dia menyapa lalu mengambil beberapa receh uang dari kantongnya dan meletakkannya ke dalam topi tersebut. Kemudian dia mengambil tanda milik orang buta tersebut lalu menggantinya dengan tanda baru yang ditulis oleh pemuda tersebut. Pemuda tersebut mengembalikan tanda tersebut sehingga orang-orang yang lewat akan melihat tanda tersebut dengan tulisan yang baru.

Beberapa saat kemudian topi milik orang buta tersebut mendadak penuh dengan uang receh oleh pejalan kaki bak tetesan hujan yang turun dari langit. Sore harinya pemuda yang mengganti tanda tersebut kembali lagi ke tempat orang buta untuk melihat keadaanya. Orang buta tersebut menyadari langkah kaki yang mendekat lantas bertanya,” Apakah kau tadi yang menyapaku ? Apakah kau mengganti tandaku, apa yang kau tulis ?” Pemuda tersebut berkata,” Aku hanya menulis sebuah kebenaran. (more…)

Bidadari Kecil Di Balik Jeruji Penjara Suci

Sungguh merupakan nikmat yang besar bisa menuntut ilmu di Negeri Seribu Menara. Ada dua metode dalam belajar di Al-Azhar. Metode kuliah pada umumnya dan metode talaqqi (menghadiri majelis ilmu dengan salah satu syeikh) di Masjid Al-Azhar. Dalam sehari kira-kira ada sekitar tiga maddah (mapel) yang akan diisi oleh duktur (dosen) yang super sekali ilmunya. Sayang kalo dilewatkan begitu saja dengan membolos kuliah. Karena bukan termasuk hal yanganeh lagi, sebagian mahasiswa Al-Azhar menghabiskan waktunya dengan hal yang kurang bermanfaat. Ga semua looh yaa, sebagian mahasiswa lainnya mempunyai motif lain meninggalkan kuliah. Diantaranya 20141207_153410mengikuti talaqqi di Masjid Al-Azhar atapun di madyafah (suatu tempat khusus untuk menimba ilmu). Karena absensi mahasiswa di bangku kuliah tidak dipermasalahkan oleh pihak universitas, mahasiswa mempunyai kewenangan penuh untuk mengikuti kuliah atau sebaliknya. Itulah perbedaan universitas di sini dengan di Indonesia :D. Solusinya kembali ke niat awal. Apakah tujuan jauh-jauh ke Mesir ?? Apakah untuk rekreasi atau menimba ilmu. Karena kita yang menuntut ilmu di sini, mau ga mau ketika sampai ke tanah air akan dihadapkan oleh permasalahan yang begitu kompleks dan harus dipersiapkan ilmunya dari sekarang. Ya sekali waktu, rekreasi boleh-boleh aja. Karena otak kita juga perlu istirahat. Lha wong  komputer saja perlu istirhat masa’ kita engga, ya tho ?? Itulah pentingnya proporsional dalam mengatur waktu. (more…)