First kick : Awal Sebuah Sejarah dan Cita-cita

Assalamu’alaikum kawans, senang berjumpa lagi dengan pembaca yang budiman :D. Sudah tidak tahan dengan kelanjutan kisah beberapa waktu silam ? Sabar, Allah mencintai orang2 yang senantiasa bersabar. Sesuai janji saya, saya akan mengutarakan  ‘perjuangan’ sy dalam mengikuti turnamen ini. Bagi pembaca yang masih kebingungan, dapat membuka lagi lembaran2 kronologi yang sudah sy utarakan  beberapa hari yang lalu. Yaaps, menjadi pemain sepak bola itu ibaratnya seperti belajar konseling. Harus bisa memahami karakter kawan ataupun lawan hehe. Misal kalau kita sebagai striker (penyerang) face to face sama kiper lawan sedangkan dia ahli dalam bola atas dan lemah dengan bola2 bawah , tentu kita tidak mungkin menceploskan si kulit bundar pada bagian mistar atas. Yang kita cari kelemahan dia yaitu dengan menjebol gawang lewat tendangan bagian mistar bawah. Itulah maksud dari memahami karakter.

=========================================================

IMG_20150302_164331

This was one of my best moment in this year when i joined as a player in Walisongo FC. Thank all :). Next year we’ll get our trophy back 🙂

=========================================================

Back to the story. Sepak bola = perjuangan. Yap, latihan fisik dengan berlari2 lapangan pun sy ikuti *meski di hati sy mengeluh kok ga selesai2 larinya hha .. capeknya* sampe balapan lari sampe gendong-gendong orang  *udah seperti hukuman siswa yang telat sekolah plus ga ngerjain pe er. Akhirnya tiba saatnya pertandingan uji coba melawan tim dari Padang yang notabenenya menjadi jawara pada ajang Sumatera Cup (saudaranya Jawa Cup :D). Dengan mental yang sudah dipersiapakan dengan matang sy pun menunggu di bangku cadangan. Maklum tradisi di tim Walisongo, bagi pemain yang baru menjalani debut di tahun pertama akan mendapatkan jam terbang lebih sedikit dibanding pemain yang lebih senior (pemain yang masuk lebih dulu dibanding pemain yang baru masuk). Di tim Walisongo ini pun sy belajar kesabaran, kesabaran dalam menunggu waktu. Dan tentunya bukan saya saja yang mengalami hal ini. Pengalaman yang serupa juga dialami pemain yang lebih senior so … ga usah sedih apalagi menangis *ga nangis cuma di situ kadang saya merasa sedih. Never mind !!! Toh pada saatnya kita akan bermain. Dan disaat itulah kita tunjukkan bahwa kita mempunyai Semangat Juang Dji Sam Soe !! Semangat 45 !! hoooh. (Tolong mas biasa saja .. keep calm :p). Daan 10 menit menjelang peluit panjang berakhir, sy pun dipanggil oleh pak manager. Hati mantap, tatapan ke depan, berdoa pada Sang Pencipta, Bismillah … Akhirnya saya pun menginjakkan kaki ke mulut lapangan bersama sebuah tim yang bertabur bintang dan prestasi for the first time. Tentu ini merupakan prestasi serta kebanggan bisa melucur bersama kawan2ku dalam naungan tim Walisongo. Karena bukan hanya masalah bola saja yang saya dapatkan tetapi lebih berharga dari itu, ialah arti sebuah kekeluargaan. Kekeluargaan yang dilandaskan keharmonisan dan kerukunan itulah yang menjadi tameng pamungkas untuk menjadi nomor wahid di ajang Jawa Cup. Did you know ?? Nomor punggung yang sy pakai perdana bersama timnas Walisongo ialah nomor 3. Nomor serupa yang dipake oleh temen seperjuangan saya di Klub Manchester United yaitu Luke Shaw. Kenapa seperjuangan ?? ya karena umur kita sama 😀 (20 th). Dan Alhamdulillah hasil akhir pada pertandingan uji coba ini pun terbilang memuaskan dengan skor akhir 3-0. Finally, inilah momen yang ditunggu2 yaitu pembukaan turnamen Jawa Cup yang ke XI dengan tema “ Eratkan Cinta Kuatkan Raga”. Menarik bukan guys ?? Itulah makna sebuah olahraga selain menjaga tubuh tetap sehat, olahraga merupakan ajang silaturrahim antar elemen mahasiswa di Mesir. Di ajang Jawa Cup ini terdiri dari 6 tim. Dari KSW (Kelompok Studi Walisongo-Jateng) mengirim pasukannya Walisongo FC. Kemudian disusul KPMJB (Jabar) dengan anak buahnya Siliwangi FC. Tak mau kalah, KMB (Banten) siap bertempur dengan prajuritnya Krakatau FC. Daya gedor The Jak (Jakarta) pun wajib diwaspadai oleh tim lain. Gamajatim (Jatim) dengan skuad Airlanggan FC pun tak mau ketinggalan pamornya sebagai musuh bebuyutan Walisongo FC, maklum podho-podho isoh ngomong jowo (sama-sama bisa ngomong bahasa jawa). Klub yang terakhir yaitu Pasher FC (Madura) yang mengusung filosofi “panah”. Munculah setonggak komitmen di dalam tubuh klub tersebut untuk mampu menerobos dan menusuk lawan dari semua arah layaknya sebuah busur panah. Jadi masing2 tim akan bermain sebanyak 5 kali. Tim yang berada di posisi dua teratas akan menuju ke babak final di ujung perhelatan akbar ini. Hembusan angin sepoi diringi suhu yang lumayan membuat tubuh menggigil di stadion Nadi Qatameya pun turut menjadi saksi peluit babak pertama.  Pertandingan yang mempertemukan tim Juara Jawa Cup tahun lalu Walisongo FC dengan tim tuan rumah Jawa Cup XI Siliwangi FC. Atmosfer kedua kubu pun tak terbendungkan. Layaknya dua ekor kucing yang berebut satu ikan, sama2 ga mau ngalah :D. Sang Jawara Walisongo FC mengusung visi + misi merebut trophy juara berturut-turut untuk yang kesembilan kalinya pada tahun ini sedangkan tim tuan rumah Siliwangi FC ga mau mati kutu di hadapan pendukungnya sendiri. Baku serangan antara kedua belah pihak berlangsung sangat sengit pada opening match kali ini. Adu strategi pun sangat diperlukan guna menggondol 3 poin penuh. Semua punggawa pada masing-masing tim berjuang sangat keras hingga melupakan sakitnya  terkena sepakan kaki orang, mirisnya terkena tackle musuh, sedihnya terkena suduken. (Suduken merupakan istilah jawa yang ditandai sakit perut setelah makan terlalu kenyang karena berlari-lari) :p. Ya itulah risiko bermain sepak bola. Harus ada yang perlu “dikorbankan”, tapi asyik kalo sudah menyatu dengan sepak bola. Langsung ke endingnya yaa .. Pada akhirnya, mungkin karena kedua tim saling berbaik hati maka skor kacamata pun menjadi hasil yang fair pada opening match Jawa Cup XI. Rasa kekecewaan di tubuh tim Walisongo pun turut dirasakan para pemain tapi tim sudah berjuang dengan maksimal. Ga pa pa disyukuri saja, Allah tau yang terbaik untuk kita. (bersambung)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s